Home > UML > UML Part 2

UML Part 2


USE CASE DIAGRAM LANJUTAN

Use Case Diagram

Alat komunikasi tingkat tinggi untuk mewakili persyaratan sistem. Diagram menunjukkan interaksi antara pengguna dan entitas eksternal lainnya dengan sistem yang sedang dikembangkan.

Symbol

Use Case

Sebuah use case merupakan unit fungsi yang dapat berinteraksi dengan aktor atau terkait dengan use case lainnya. Penggunaannya diwakili dengan sebuah elips dengan nama use case didalamnya. Nama use case biasanya berupa suatu kata kerja

Ex : Use Case Presensi

Actor


Aktor mewakili entitas eksternal dalam sistem dan dapat berupa manusia, perangkat keras atau sistem lain. Aktor diambil menggunakan
sebuah figure tongkat. Hubungan yang terjadi antar aktor biasanya adalah generalisasi untuk menunjukkan perilaku terhadap sistem yang lebih spesifik

Ex : Use Case Mahasiswa

Assosiasi

Ditunjukkan dalam diagram use case oleh garis padat. Sebuah asosiasi setiap kali ada seorang aktor yang terlibat dengan interaksi yang dijelaskan oleh use case. Asosiasi dimodelkan sebagai garis yang menghubungkan use case dan aktor untuk satu sama lain, dengan mata panah yang bersifat opsional(tidak harus ada) pada salah satu ujung baris. panah ini sering digunakan untuk menunjukkan arah seruan awal hubungan atau untuk menunjukkan aktor utama dalam use case.

Ex : Mahasiswa melakukan presensi

Generalisasi

Digunakan ketika ada use case yang umum atau actor yang umun, digunakan untuk memberikan dasar fungsi yang dapat digunakan oleh use case/actor yang lebih khusus.

Ex :

Mahasiswa merupakan actor yang lebih umum daripada asisten, dimana tidak semua mahasiswa adalah asisten dan semua asisten adalah mahasiswa

Include

Menggambarkan bahwa use case utama mengincludkan use case yang lain, yang berefek use case yang diincludkan akan terisi kedalam perilaku dari use case utama.

Ex :

Setiap kali ada proses mengisi KRS maka proses pengecekan login pasti selalu dilakukan, jadi ketika Use Case mengisi KRS dieksekusi maka Use Case Cek Status Login akan ikut tereksekusi.

Extend

Menggambarkan bahwa use case tertentu menyediakan fungsionalitas tambahan kepada usecase induknya pada suatu aliran tertentu. Disini dapat diartikan bahwa use case yang mengextend tidak harus selalu tereksekusi ketika use case induknya dieksekusi

Ex :

Setiap kali use case memilih matakuliah belum tentu use case memilih kelas dieksekusi.

 

Mari mencoba merancang sistem informasi dengan UML

Perpustakaan STMIK AMIKOM Yogyakarta menyewakan buku dan CD kepada mahasiswa, dosen, dan karyawan. Dimana seorang mahasiswa hanya diijinkan meminjam buku berbahasa Indonesia, CD. Sementara itu dosen diijinkan meminjam semua koleksi di perpustakaan termasuk buku asing, begitu juga karyawan. Seorang mahasiswa hanya diijinkan meminjam maksimal 3 buah koleksi, berbeda dengan dosen dan karyawan yang bisa meminjam tanpa batas. Para pengunjung perpustakaan dapat melakukan pencarian koleksi berasarkan pengarang atau penerbit, melihat daftar koleksi di komputer pencarian.

Prosedur peminjaman adalah dengan membawa buku yang hendak dipinjam dan menunjukkan KTM untuk mahasiswa, NIK untuk dosen dan karyawan kepada petugas perpustakaan. Mahasiswa diperbolehkan meminjam selama satu minggu, selebihnya didenda.

Petugas perpustakaan bertugas melakukan pendataan buku, mencatat peminjaman dan pengembalian, menghitung denda, serta membantu mencarikan koleksi melalui mesin pencari. Para pengunjung perpustakaan dapat meminjam buku, mencari koleksi di mesin pencari dan membayar denda.

 

 

  1. Tambahkan use case mencatat transaksi pengembalian


  2. Tambahkan use case mengecek keterlambatan pengembalian


  3. Silahkan anda tambahkan relasi include, yaitu use case mencatat transaksi pengembalian menginclude use case mengecek keterlambatan pengembalian, dengan cara :
    1. cari relasi include
    2. klik kiri pada relasi tersebut
    3. Klik kiri pada use case mencatat transaksi pengembalian
    4. Klik kiri pada use case mengecek keterlambatan pengembalian

     


  4. Buat agar tercipta relasi bahwa petugas perpus memiliki pekerjaan mencatat pengembalian, yaitu relasi asosiasi


    Pada gambar diatas, dapat dibaca bahwa petugsa perpus dapat melakukan pencatatan transaksi peminjaman, pencatatan transaksi pengembalian. ketika melakukan pencatatan transaksi pengembalian maka juga akan mengecek akan pengembalian terlambat dilakukan.

  5. Buat use case mencatat denda pengembalian


  1. Silahkan tambahkan relasi extend, yaitu use case mencatat denda mengextend use case mencatat transaksi pengembalian, dengan cara
    1. Cari relasi extend
    2. Klik kiri relasi extend
    3. Klik kiri pada use case mencatat pengembalian
    4. Klik kiri pada use case mencatat denda pengembalian


  2. Klik kanan pada use case mentatat transaksi pengembalian, Presentation Options à Show Extendsion, hilangkan tanda check


  1. Maka hasilnya seperti gambar berikut


    Pada gambar diatas, dapat dibaca bahwa petugsa perpus dapat melakukan pencatatan transaksi peminjaman, pencatatan transaksi pengembalian. ketika melakukan pencatatan transaksi pengembalian maka juga akan mengecek akan pengembalian terlambat dilakukan. ketika mencatat transaksi pengembalian, apabila ada keterlambatan maka mencatat denda pengembalian akan dilakukan apabila tidak ada keterlambatan ma ka mencatat denda tidak akan dilakukan.

Categories: UML
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: